KONFIGURASI WEB SERVER MENGGUNAKAN NGINX PADA DEBIAN 12
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengkonfigurasi Web Server menggunakan Nginx pada Debian 12.
Apa Itu Web Server?
Web server adalah sebuah perangkat lunak dan keras yang bisa memberikan data setelah menerima permintaan klien lewat protokol HTTP atau HTTPS.
Dalam hal ini, klien tersebut adalah browser yang sudah sering kamu gunakan. Seperti contohnya Chrome, Opera, Mozilla Firefox, dan lain sebagainya. Web server akan memberikan respon dari permintaan dalam bentuk halaman website.
Tidak hanya sebatas itu, kehadiran server ini memiliki peranan yang penting untuk pengguna website sebagai penyimpanan dan akses yang mudah. Tanpa adanya server, sebuah website bisa tidak bisa diakses, lambat, dan akan mudah down.
Apa Itu Nginx?
NGINX adalah software web server open-source yang berfungsi sebagai reverse proxy, penyeimbang beban HTTP, serta proxy email untuk IMAP, POP3, dan SMTP. NGINX dibaca “engine-ex” (enjin-eks), dari kata engine yang berarti mesin.
PREREQUISITES
1. Server berbasis Debian 12 yang sudah terkonfigurasi DHCP server dalam VirtualBox (cara installnya dapat dilihat disini)
2. Client (device apapun dengan browser)
3. Niat
Langsung saja ke tutorialnya.
KONFIGURASI PADA SERVER
Sebelum menjalankan server, lakukan perubahan berikut:
- Pada bagian Network di VirtualBox ganti Adapter 1 menjadi Host-Only Adapter dan pada Promiscuous Mode, pilih Allow All.
- Lalu nyalakan server.
- Setelah server dijalankan, login sebagai root.
- Masukkan perintah apt install nginx
- Karena ini web server, maka kita harus membuat sebuah laman HTML. Untuk membuatnya, masukkan perintah nano /var/www/html/page.html (page.html dapat diganti dengan apapun asalkan berekstensi .html)
- Setelah terbuka, buatlah sebuah laman HTML sederhana (bisa melihat contoh pada gambar). Untuk tulisan pada title dan h1 silakan diganti.
- Keluar dari nano dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut ctrl+x.
- Untuk mengkonfigurasi nginx, buka file konfigurasi dengan memasukkan perintah nano /etc/nginx/sites-enabled/default
- Jika file telah terbuka, pada bagian Default server confguration, lakukan konfigurasi berikut:
1. DIbawah kolom bertuliskan location / {, tambahkan index namafile.html. (contoh index page.html)
- Masukkan perintah nginx -t untuk mengetes konfigurasi nginx.
- Masukkan perintah nginx -s reload untuk mereload nginx.
- Lakukan konfigurasi IP Address seperti pada artikel ini.
- Setelah mengkonfigurasi IP Address, buka browser. Disini saya menggunakan Waterfox. Tidak masalah jika menggunakan browser lain.
- Pada address bar browser, masukkan IP Address dari server Debian.
- Terkadang akan terlihat warning mengenai HTTP seperti pada gambar, klik pada continue to HTTP site.
- Jika berhasil, maka akan terlihat tulisan yang kalian buat dalam file HTML tadi.
.png)



.png)



Comments
Post a Comment