KONFIGURASI DNS SERVER BERBASIS BIND9 PADA DEBIAN 12
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengkonfigurasi DNS Server dengan bind9 pada Debian 12.
Apa Itu DNS Server?
DNS server adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengkonversi nama domain menjadi alamat IP. Server DNS ini bekerja sebagai jembatan antara nama domain dan alamat IP yang digunakan oleh komputer untuk menemukan lokasi situs web yang dituju.
Saat seseorang mengakses situs web, browser akan mengirimkan permintaan ke server DNS untuk menemukan alamat IP dari nama domain tersebut. Setelah alamat IP ditemukan, browser akan mengirimkan permintaan ke server web yang bersangkutan untuk mengambil konten dari situs web.
Apa Fungsinya?
Fungsi utama dari DNS Server adalah untuk memetakan nama domain ke alamat IP dan menyimpan informasi ini dalam cache untuk mempercepat pengaksesan situs web. Setiap kali komputer atau perangkat mobile mencoba mengakses situs web, permintaan akan dikirim ke DNS Server terdekat. Server ini akan mencari alamat IP dari situs yang diminta dan mengirimkan informasi kembali ke perangkat yang meminta. Ini memungkinkan perangkat untuk terhubung dengan server situs web dan menampilkan isi situs.
PREREQUISITES
1. Server berbasis Debian 12 yang sudah terkonfigurasi DHCP server dan NGINX web server dalam VirtualBox (cara installnya dapat dilihat disini. untuk nginx disini)
2. Client (device apapun dengan browser dan terminal. Untuk Windows dapat menggunakan command prompt)
3. Niat
Langsung saja ke tutorialnya.
KONFIGURASI PADA SERVER
Sebelum menjalankan server, lakukan perubahan berikut:
- Pada bagian Network di VirtualBox ganti Adapter 1 menjadi Host-Only Adapter dan pada Promiscuous Mode, pilih Allow All.
- Lalu nyalakan server.
- Setelah server dijalankan, login sebagai root.
- Masukkan perintah apt install bind9 dnsutils
- Pindah direktori saat ini ke /etc/bind dengan memasukkan perintah cd /etc/bind
- Pada direktori ini kita akan membuat 2 file, yaitu db.192 dan db.forward. Masukkan kedua perintah berikut:
1. cp db.127 db.192
2. cp db.local db.forward
- Lakukan konfigurasi pada file db.192 dengan memasukkan perintah nano db.192. Akan terbuka konfigurasi seperti pada gambar berikut:
Lalu, ganti parameter berikut:
1. Ganti seluruh parameter bertuliskan localhost dengan domain yang akan digunakan (contoh cosmic.local)
2. Pada bagian ujung kiri bawah dari file, terdapat tulisan 1.0.0. Ganti dengan oktet terakhir dari IP Address yang digunakan (contoh 26 pada IP Address 192.25.29.26)
Keluar dan simpan file dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut dengan ctrl+x.
- Lalu, lakukan konfigurasi pada file db.forward dengan memasukkan perintah nano db.forward. Akan terbuka konfigurasi seperti pada gambar
Lalu, ganti parameter berikut:
1. Ganti seluruh parameter bertuliskan localhost dengan domain yang akan digunakan (contoh cosmic.local)
2. Untuk parameter bertuliskan IP Address 127.0.0.1 dan dibawahnya ::1, ganti dengan IP Address yang akan digunakan (contoh 192.25.19.26)
3. Ganti @ terakhir pada file dengan www.
4. Pada bagian paling bawah, akan ada tulisan AAAA. Hapus 3 A nya hingga tersisa satu A.
Keluar dan simpan file dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut dengan ctrl+x.
- Setelahnya, lakukan konfigurasi pada file named.conf.default-zones dengan memasukkan perintah nano named.conf.default-zones.
Lalu lakukan konfigurasi berikut:
1. Pergi ke akhir file. Akan diisi dengan 2 konfigurasi.
2. Masukkan konfigurasi berikut untuk konfigurasi pertama.
zone "domain" { *domain ganti dengan domain yang digunakan (contoh cosmic.local)
type master;
file"/etc/bind/db.forward";
};
3. Masukkan konfigurasi berikut di bawah konfigurasi pertama:
zone "19.25.192.in-addr.arpa"; (Untuk 19, ganti dengan oktet ketiga IP Address yang digunakan. Yang dicontohkan adalah untuk IP Address 192.25.19.26)
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};
Keluar dan simpan file dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut dengan ctrl+x.
- Masukkan perintah systemctl restart bind9 untuk mengaplikasikan konfigurasi yang telah dibuat tadi.
- Lalu, lakukan konfigurasi seperti di bawah pada file /etc/resolv.conf dengan memasukkan perintah nano /etc/resolv.conf.
1. Pergi ke bagian paling atas file, masukkan 2 konfigurasi berikut.
nameserver <ip yang digunakan> (contoh 192.25.19.26)
search <domain yang digunakan> (contoh cosmic.local)
Keluar dan simpan file dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut dengan ctrl+x.
- Untuk mengecek apakah konfigurasi diatas telah berhasil, masukkan perintah nslookup <domain> *Untuk domain ganti yang akan digunakan (contoh cosmic.local)
- Lalu lakukan konfigurasi pada web server nginx dengan memasukkan perintah nano /etc/nginx/sites-enabled/default
Lakukan konfigurasi berikut:
- Cari line bertuliskan server_name lalu tambahkan www.domain lalu IP Address
*Contoh domain cosmic.local, maka yang ditulis adalah www.cosmic.local
Keluar dan simpan file dengan menekan ctrl+o lalu enter dilanjut dengan ctrl+x.
- Untuk mengaplikasikan konfigurasi nginx, masukkan perintah systemctl restart nginx
KONFIGURASI PADA CLIENT
- Lakukan konfigurasi IP Address seperti pada artikel ini.
- Setelahnya, pada bagian Preferred DNS server, masukkan IP Address server (contoh 192.25.19.26)
- Buka command prompt/cmd, masukkan perintah nslookup <domain>
* (contoh nslookup cosmic.local)
- Jika berhasil, buka browser dan masukkan domain yang digunakan tadi.
- Jika terdapat peringatan mengenai HTTPS, klik pada Continue to HTTP site.
- Tampilan website akan terbuka.
.png)
.png)
Comments
Post a Comment